Welcome to our website !

Gravity Around Me

me with a thousand things around..

Photography is a way of feeling, of touching, of loving. What you have caught on film is captured forever. It remembers little things, long after you have forgotten everything -Aaron Siskind-

Warna-Warni Buka Puasa Di Dapur Pelangi
HotelPon X HotelAmbhara

Lobster Sushi
 Bulan puasa selalu menjadi salah satu bulan yang paling saya nantikan kedatangannya setiap tahun. Selain karena bulan ini merupakan bulan seribu bulan, saat di mana semua pintu surga dibuka oleh Allah SWT, waktu di mana silaturahmi yang mungkin sempat terputus bisa kembali tersambung, bulan di mana pintu kebaikan terbuka lebih lebar dari bulan-bulan lainnya. Bulan yang menjadi bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim di seluruh belahan dunia.

Namun, bukan hanya hal tersebut yang membuat saya selalu tidak sabar menunggu kedatangan bulan suci Ramadan. Bagi saya Ramadan dan makanan memiliki ikatan terbaiknya sendiri. Ramadan juga merupakan saat banyak bermunculan makanan-makanan musiman. Yang hanya benar-benar bisa ditemukan saat bulan ini tiba. Saat di mana juga banyak makanan baru dikreasikan dan tentunya selalu sukses dalam memeriahkan parade makanan di bulan penuh hikmah ini.

Tidak hanya panganan tradisional khas Ramadan, biasanya di bulan ini saya menyempatkan diri untuk berbuka puasa di beberapa hotel. Sekadar untuk mencicipi menu buffet berbuka puasa mereka yang biasanya beragam dan berbeda dari menu harian yang ada. Beruntung di bulan Ramadan kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk berbuka puasa bersama HotelPon.com di Dapur Pelangi milik Hotel Ambhara, salah satu hotel berbintang 4 yang terletak di bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

Acara buka bersama kali ini dihadiri oleh teman-teman sesama blogger yang dibuka dengan sambutan singkat oleh Hariyanti Sukahar dari HotelPon.com. Salah satu e-commerce terbaru di Tanah Air di mana kita bisa melakukan pemesanan kamar hotel berbintang 4 ke atas dan juga  membeli berbagai voucher makan di restoran-restoran di hotel ternama dengan diskon yang lumayan bersaing. Ibu Hariyanti juga hadir bersama dengan Dytta Febriani, selaku Marcomm Manager dari Hotal Ambhara.

Rangkaian acara buka bersama dimulai di Barons Pub, dengan demo masak langsung yang dilakukan oleh Executive Chef Hotel Ambhara, James Iskandar Sadli ditemani oleh salah satu asistennya. Chef mengajarkan beberapa menu yang mudah dibuat untuk menu berbuka puasa di rumah. Menu yang disajikan olehnya adalah Tortila Isi Daging Dengan Keju Mozzarella dan menu Pisang Goreng Dengan Saus Kurma.

Tortila Isi Daging Dengan Keju Mozarella menarik perhatian saya, menu ini bisa dibilang cukup sederhana dan cukup mudah untuk dibuat. Cukup menyiapkan kulit tortila, irisan daging sapi, keju mozzarella, irisan bawang bombay, paprika, jamur, dan mentega atau minyak goreng untuk menumis. Cara membuatnya cukup dengan menumis daging, bawang bombay, paprika, dan jamur hingga matang. Lalu panggang sebentar kulit tortila di atas  wajan, setelah itu isi kulit tortila dengan tumisan irisan daging, keju kemudian kembali panggang kulit tortila yang sudah diisi hingga keju meleleh. Cukup mudah bukan.

Selain menyajikan Tortila dan juga pisang goreng, Chef James sudah menyediakan menu khusus untuk berbuka puasa, yaitu Lobster Sushi, salah satu menu sushi terbaru yang juga merupakan signature dish dari Hotel Ambhara.

Tortilla With Beef And Mozzarella Cheese

Selesai melakukan demo masak, kami pun berpindah menuju ke Dapur Pelangi di mana selain buffet Ramadan juga terdapat 5 menu spesial yang sudah menunggu untuk kami santap. Dapur Pelangi berada tepat di sebelah kiri dari pintu masuk hotel. Restoran ini memiliki kapasitas yang cukup besar. Dytta Febriani selaku Marcomm Manager Hotel Ambhara mengatakan bahwa restoran ini belum lama selesai di renovasi dan mengubah namanya menjadi Dapur Pelangi. Restoran ini resmi kembali dibuka pada bulan April lalu.

Interior Dapur Pelangi

Berbagai macam jenis makanan disajikan di sini, mulai dari tajik khas ramadan seperti berbagai jenis bubur dan kolak, gorengan, kurma, kue basah tradisional Indonesia, berbagai potongan buah segar, roti, salad, nasi lengkap dengan berbagai jenis lauk, puding, cake, dan juga es krim. Selain itu terdapat juga chocolate fountain yang sepertinya menjadi primadona menu berbuka puasa. Pengunjung bebas memilih berbagai potongan buah segar dan juga marshmallow yang kemudian bisa disiram dengan cokelat yang harumnya sungguh menggugah selera. Saya buka seorang pencinta makanan penutup, tetapi air mancur cokelat ini sukses membuat saya bolak-balik hingga 3 kali untuk menikmatinya.


Setelah menunggu dan menikmati buffet sekitar setengah jam, Chef James lalu keluar dari balik dapurnya dan menghidangkan 5 masakan andalannya, yaitu Nasi Ulam Dapur Pelangi With Jumbo Prawn, Nasi Ulam Dapur Pelangi With Baronang Fish, Samin Noodle With Shrimp and Sesame Oil, Salmon Fillet with Lemon Beurre Blanc, dan Grilled Angus Rib Eye Chef menjelaskan bahwa seluruh bahan masakan yang digunakan di dapurnya adalah bahan pilihan dengan kualitas yang selalu dijaga dengan baik.

Nasi Ulam Dapur Pelangi with Jumbo Prawn
Menu Nasi Ulam Dapur Pelangi With Jumbo Prawn lah yang paling menarik perhatian saya. Maklum saya adalah seorang penggemar seafood dan terutama udang. Penampakan dua buah udah berukuran besar yang dibakar lengkap dengan nasi ulam dan urap sayur jelas langsung membuat mata saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari menu tersebut. Gigitan pertama udah jumbo saya pun yakin dengan segenap hati bahwa Dapur Pelangi menggunakan udang yang benar-benar segar, karena dagingnya terasa sangat manis dan juga renyah. Di menu ini Chef James menggunakan dua jenis sambal, yaitu sambal goreng dan sambal matah yang menjadi favorit saya. Manisnya daging udang dengan cocolan sambal matah yang segar....hmmmm...perfect!

Nasi Ulam Dapur Pelangi With Baronang Fish

Variasi lain dari Nasi Ulam Dapur Pelangi With Jumbo Prawn adalah Nasi Ulam Dapur Pelangi With Baronang Fish. Karena in merupakan variasi makan yang diasjikan juga sama dengan menu sebelumnya, hanya saya kehadiran udang ukuran jumbo tersebut digantikan oleh Ikan Baronang Bakar yang juga berukuran cukup besar. Rasanya tidak kalah lezat dengan udang, apalagi jika ditambahkan dengan perasan jeruk limau di atasnya.

Salmon Fillet with Lemon Beurre Blanc
Walaupun penggemar seafood namun entah kenapa saya bukan pecinta ikan salmon. Jika masih ada ikan lain maka salmon menjadi pilihan terakhir bagi saya, entah kenapa. Namun kali ini saya dibuat cukup penasaran oleh chef. Dalam penjelasannya ia mengatakan bahwa ikan salmon yang digunakan dalam menu Salmon Fillet with Lemon Beurre Blanc merupakan ikan salmon sungguhan yang diimpor langsung dari Australia, bukan ikan salmon abal-abal. Dengan pelengkap saus Beurre Blanc serta French Fries yang renyah, saya pun menikmati menu ikan salmon yang satu ini.

Samin Noodle

Ditanya mana menu yang paling laris, Chef mengaku bahwa  menu Samin Noodle adalah primadonanya. Well, memang susah rasanya mengalahkan popularitas menu mie di negeri ini. Selain nasi, mie  sudah menjadi makanan pokok kedua bagi saya. Menu Samin Noodle ini boleh dibilang cukup unik, walaupun namanya mie, namun yang digunakan bukan lah mie melainkan pasta dengan jenis Angel Hair pasta. Pasta yang mirip dengan spageti namun ukurannya lebih tipis sehingga menyerupai mie telur.

Menu ini cukup gurih, dengan topping yang berlimpah, yaitu campuran sayuran, telur, udang, dan scallop. Walaupun gurih, menu yang satu ini bisa menjadi comfort food bagi penggemar masakan berkuah. Bagi saya pribadi, menyeruput kuah Mie Samin yang hangat sangat menyenangkan bagi perut dan juga lambung.

Grilled Angus Rib Eye
Masakan terakhir yang saya cicipi dalam buka puasa bersama HotelPon.com dan Hotel Ambhara kali ini adalah Grilled Angus Rib Eye. Rib Eye Steak...yeaaaaaay!! Ini adalah bagian steak favorit saya. Menurut saya daging yang berada lebih dekat dengan tulang, and this one TASTED AMAZIIIIIIING!!  Daging Angusnya terpanggang dengan sempurna, dengan tingkat keempukan yang juga pas saat dikunyah. Saya yakin para penggemar steak pasti akan jatuh cinta dengan menu yang satu ini.

Overall, Dapur Pelangi memiliki hidangan yang lezat dengan suasana yang sangat nyaman. Rasanya tidak ada salahnya jika sesekali membawa keluarga untuk menikmati makan malam di sini. Dijamin pasti puas. Jika ingin mencoba di bulan Ramadan ini, jangan khawatir, sajian buffet All You Can Eat Break Fasting ala Hotel Ambhara ini juga bisa di beli di situs HotelPon.com loh. Atau jika ingin mencoba menikmati menu Ala Carte lainnya dengan harga diskon, ada juga penawaran Voucher Rp 80.000 dengan Value Rp 100.000. Diskon yang menarik bukan!

New Fellas.. ^_^
Photo Group With Fellow Bloggers, HotelPon, and Hotel Ambhara Representative

Puas makan, foto-foto, dan juga berbincang kemudian acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh blogger yang datang bersama dengan pihak HotelPon.com dan Hotel Ambhara. Bagi saya acara kali ini cukup berkesan, bukan hanya perilah makan gratisnya saja, saya juga mendapat banyak teman baru di acara ini. Semoga bisa kembali bertemu dengan mereka di kesempatan acara yang lain. Adios!!

_________________________________

Buka Puasa Bersama Blogger
HotelPon X HotelAmbhara

Hotel Ambhara Executive Chef, James Iskandar Sadli
Chef James Saat Melakukan Demo Memasak
Chef James Saat Melakukan Demo Memasak
Para Blogger Tampak Antusias Saat Chef Melakukan Demo Memasak
Tortilla With Beef And Mozzarella Cheese
Lobster Sushi
More Sushi
Interior of Dapur Pelangi
Garlic Bread
Sushi
The Famous Chocolate Fountain
Strawberry Short Cake








Nama Website: HotelPon.Com
Alamat Website: http://hotelpon.com/









Nama Hotel: Hotel Ambhara
Alamat: Jl. Iskandarsyah Raya No.1, RT.5/RW.2, Melawai, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160, Indonesia
Website:
Maps:



Special Offer from HotelPon X HotelAmbhara:
 
Voucher Rp 80.000 Value Rp 100.000 :
All You Can Eat Breakfasting :
http://bit.ly/breakfastingambhara



Baca Juga:
Rasa Korea Selatan, Di Utara Jakarta
Ngopi Santai Ala Rangga Dan Cinta

Rasa Korea Selatan, Di Utara Jakarta

Korea Selatan, negeri cantik yang terletak di Asia bagian Timur ini memiliki daya tarik tersendiri. Tidak dipungkiri juga, adalah trend musik K-Pop yang awalnya membuat saya jatuh cinta dengan negeri gingseng ini.

Bermula dari Bigbang, kecintaan saya kepada Korea Selatan pun berlanjut. Perlahan tapi pasti saya mulai mencari tahu berbagai hal tentang negara asal pesepakbola ternama dunia Park Ji Sung ini. Dan sebagai pecinta makanan tak terelakan lagi makanan khas Korea Selatan juga akhirnya memndapatkan tempat tersendiri di sudut hati dan perut saya. Mulai dari Topokki, Kimchi, Omuk, Nengmyong, Bibimbap, Gimbap, dan juga Ayam Goreng Ala Korea.

Hidup di kota metropolitan sebesar Jakarta, memang tidak membuat saya kesulitan untuk menemukan masakan Korea, terutama beberapa tahun belakangan ini. Walaupun memang tidak semudah mencari Rumah Makan Padang yang setiap tikungan jalan ada. Belum lama ini saya kembali mengunjungi salah satu restoran Korea yang terletak di bilangan Jakarta Utara.

Menyajikan menu utama Ayam Goreng Ala Korea, Chir-Chir Fusion Chicken Factory Restoran ramai menjadi buah bibir di antara para pecinta masakan Korea. Saya dan keempat teman saya pun penasaran untuk mencicipinya.

Chir-Chir Fusion Chicken Factory beralamat di Ruko Garden House Blok B No. 20, Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara berada tepat disebelah Soerae. Restoran ini menempati bangunan 3 lantai dengan warna cat hitam dan kaca-kaca berukuran besar. Satu boneka ayam raksasa berwarna putih yang merupakan maskot restoran ini terlihat berdiri di bagian kanan restoran.

Saat masuk ke dalam Anda akan disambut oleh beberapa staff yang meneriakkan kata "Oso Oseyo" yang berarti selamat datang. Interior yang dipilih oleh Chir-Chir bernuansa industrialis dengan pilihan warna utama tetap hitam sama seperti bagian luarnya. Namun selain warna hitam, nuansa warna merah juga cukup terlihat dominan di sini.

Lantai Dasar Chir-Chir Fusion Chicken Factory terbilang cukup luas, saya kira jika terisi penuh ruangan ini mampu menampung hingga 50 orang tamu restoran. Sementara ruangan lantai atas yang lebih kecil hanya mampu menampung hingga 20 orang tamu saja.

Full Team: NMDS X EPI High
Berhubung saya dan kedua teman saya masih menunggu kedatangan 2 orang teman saya lainnya, maka kami memesan Cheese Fries sebagai menu pembuka kami. Sebenarnya saya sempat ragu untuk memesan menu kentang goreng dengan harga 79 ribu rupiah seporsi, mengingat biasanya menu kentang goreng hanya begitu saja dan ukuran porsinya pun cenderung kecil. Namun ternyata semua perkiraan saya salah, kentang goreng di Chir-Chir memiliki porsi yang lumayan besar, bahkan dibilang cukup untuk menganjal perut saya dan kedua teman saya untuk sementara waktu. Kentang goreng datang dalam kondisi panas dan disajikan dalam mangkuk putih yang cantik lengkap dengan siraman saus keju dan juga condiment mayonnaise di sampingnya.

Setelah tim lengkap berkumpul, kami pun segera memesan menu utama. Pilihan kami jatuh kepada Ayam Goreng Crispy, yang kami pesan ban-ban alias setengah-setengah. Setengah original crispy dan setengah lagi dengan bumbu spicy. Tidak perlu menunggu lama pesanan kami pun datang dan seperti menu kentang goreng, ternyata porsi ayam goreng mereka juga besar. Satu porsi cukup untuk dinikmati oleh dua hingga tiga orang, jadi rasanya jika ingin datang ke sini datanglah bersama keluarga atau teman. Kecuali porsi makan Anda memang besar, maka silahkan datang sendiri.

Fried Chicken Ban-Ban - 159K
Sebagai penggemar Ayam Goreng Tepung, saya akui bahwa Ayam Goreng Chi-Chir Fusion Chicken Factory memang sangat lezat. Dengan tepung yang renyah saat digigit dan daging ayam empuk seakan meleleh di dalam mulut saat dikunyah. Ayam goreng bumbu pedasnya juga cukup lezat, walaupun menurut selera saya tidak pedas sama sekali. Jika harus memesan ulang, mungkin saya akan memesan Ayam Goreng Original Cripsy satu porsi penuh. Selesai dengan Ayam Goreng satu porsi kami memesan menu lainnya yaitu Garlic Roasted Chicken dan Spicy Topokki.

Jika ayang goreng bumbu pedasnya tidak terasa pedas sama sekali (bagi saya) namun berbeda dengan menu Spicy Topokki. Saya akui menu yang satu ini benar-benar pedas dan untuk ukuran porsi sangat memuaskan tentunya. Sepiring Topokki pedas dilengkapi dengan topping daging ayam goreng cajun tanpa tulang, fish cake, serta telur rebus.

Menu terakhir yang keluar adalah Garlic Roasted Chicken, belum sampai menu tersebut di meja kami namun keharumannya sudah tercium jelas. Satu porsi ayam panggang dengan cincangan bawah putih segar di atasnya yang membuat kami tidak perlu buang waktu lagi untuk segera menghabiskannya. Tidak berbeda jauh dengan menu ayam goreng tepungnya, daging ayam panggang Chir-Chir juga sangat juicy, lembut, dan yummy!!! Untuk minuman, kami memesan Korean Tea yang bisa di refill serta tambahan dua gelas Chir Cream Beer.

Saya dan keempat teman saya berada di restoran hingga sekitar pukul 7 malam, yang menyenangkan adalah jendela berukuran besar di bagian depan restoran membuat saya bisa melemparkan pandangan keluar dan merasa bahwa saya tidak sedang berada di Jakarta, melainkan berada di kawasan Hongdae, Seoul. Satu kawasan yang dipenuhi oleh kafe-kafe dan selalu penuh oleh para pemuda kece Korea Selatan.

Walaupun lokasi restoran ini jauh dari rumah saya di Depok, namun saya akan menyisihkan waktu (dan tenaga) untuk mengunjunginya lagi! 


Suasana Di Dalam Restoran

Cheese Fries - 69K

Garlic Roasted Chicken - 169K

Spicy Topokki - 129K
Chir Cream Beer - 69K

Nama Restoran: Chir-Chir Fusion Chicken Factory
Alamat: Ruko Garden House Blok B No. 20, Jalan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jkt Utara, DKI Jakarta 14470, Indonesia
Telefon: +62 21 29033491
Jam Buka: 11 Siang - 10 Malam (Senin - Minggu)
Map:
 


Baca Juga:


Miniso Dan Serbuan Perabot Rumah Imut Asal Negeri Sakura

Jepang, negara kepulauan indah yang terletak di Asia Timur merupakan salah satu negara yang selalu menjadi pusat perhatian dunia. Berbagai hal yang datang dari negeri sakura ini biasanya selalu menarik diikuti atau paling tidak untuk sekadar diintip.

Keahlian orang Jepang yang mampu membuat beragam barang dengan kualitas yang mumpuni juga sudah tidak terelakan lagi. Barang-barang produksi negara asal Geisha dan Yakuza ini mendunia sebagai produk yang ringkas dan tahan lama. Belum lagi kontrol kualitas mereka yang juga tidak main-main, membuat produk asal Jepang juga terkenal menjadi barang berkualitas tinggi.

Gerai-gerai toko asal Jepang di negara mana pun selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Tak heran jika berbagai perusahaan Jepang datang dan mengembangkan bisnisnya di negara lain. Sebut saja gerai pakaian ready to wear UNIQLO yang beberapa tahun belakangan ini memutuskan untuk melebarkan sayapnya di Tanah Air. Dengan harga yang terbilang tidak murah, namun rasanya gerai ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh pembeli. Satu merk asal Jepang lainnya, DAISO, yang hadir dengan berbagai barang rumah tangga juga sukses membuka banyak cabang di Indonesia.

Hal ini mungkin yang akhirnya membuat MINISO, salah satu fast fashion designer brand asal Jepang memutuskan untuk turut meramaikan kancah dunia bisnis Tanah Air. Dengan filosofi mereka sebagai brand yang mengedepankan moto "Sederhana, Natural, dan Berkualitas", MINISO hadir dengan produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari peralatan rumah tangga yang sederhana namun ringkas dan dengan desain yang menggemaskan, seperti peralatan dapur, peralatan tulis, dan juga perlengkapan ruang tidur. MINISO juga memiliki produk fashion siap pakai harian, serta produk yang bersinggungan dengan teknologi. Sukses membuka tiga gerainya di bilangan Jakarta, belum lama ini MINISO akhirnya membuka gerai keempat di kota tetangga Ibukota, yaitu Depok.

Berlokasi di lantai UG, Margo City Depok, gerai MINISO di sini berukuran sedang. Dengan dominasi warna putih di bagian interior toko dan desain sederhana serta ringkas yang nampaknya memang sudah menjadi trademark brand-brand produk asal Jepang. Kondisi toko saat saya berkunjung terbilang lumayan ramai, sudut dengan setumpuk topi-topi lucu pun menarik perhatian saya dengan segera. Ini memang kali pertama saya mengunjungi gerai MINISO, awalnya saya kira toko ini memiliki konsep seperti DAISO, yaitu dengan menerapkan sistem satu harga untuk semua barang. Ternyata saya salah. MINISO menawarkan berbagai macam produk dengan harga yang variatif, mulai dari 29.900 hingga ratusan ribu rupiah untuk produknya.

Walaupun tidak hingga koleksi pakaian ready to wear-nya diboyong ke Depok, namun barang-barang yang dijual di sini terbilang lumayan lengkap. Mulai dari aksesoris fashion, container untuk merapihkan barang-barang di rumah, tempelan magnet untuk kulkas, topi-topi lucu, peralatan lukis dan tulis, gantungan jilbab, dompet dan pouch untuk kosmetik, travel pillow, usb drive, headphones, power bank, dan masih banyak lagi.

Perabot Lucu, Ringkas, dan Sederhana
Seperti perabot ala Jepang yang banyak dijual di pasaran sebelumnya, karaktek ringkas, sederhana namun tetap dengan desain atau motif serta bentuk yang lucu nampaknya menjadi ciri khusus perabot asal Jepang. Selain karakter tersebut biasanya perabotan dari negeri sakura memiliki terobosan berbeda dengan kebanyakan perabot yang sudah ada. Karakter ini juga yang membuat saya jatuh hati dan terkadang bahkan terheran-heran dengan cara pikir ala orang Jepang.

Di bagian depan gerai, rak dengan berbagai aksesoris fashion tampak berjejer rapih, sedikit masuk ke bagian dalam Anda akan menemukan rak dengan tumpukan topi menggemaskan dan lucu. Di bagian dalam toko, saya menemukan jejeran tempelan magnet kulkas warna-warni berbagai bentuk. Sementara berbagai peralatan dapur di tawarkan di bagian belakang gerai dan tumpukan kotak makan berbahan kaca yang tahan panas menggoda saya untuk dibawa pulang.

Satu rak yang paling menarik perhatian saya adalah jejeran travel pillow warna-warni yang menggemaskan. Warna-warna pastel travel pillow jelaaaaas menggoda jiwa dan raga saya untuk membeli masing-masing satu buah bantal. Beruntung self kontrol saya hari itu cukup baik. Setelah puas melihat-lihat seluruh barang saya ternyata kalap di bagia peralatan tulis. Belum lama saya memang mencari spidol warna dengan ujung bentuk kuas. Spidol tersebut masih lumayan sulit di cari dan yang pasti kalau ada harganya masih mahaaaaal. Beruntung ternyata MINISO menjualnya dengan harga promo 29.900 untuk 3 buah spidol (harga normal 29.900/ buah masih termasuk murah menurut saya, soalnya susah carinya). Warna-warna yang ditawarkan juga sangat beragam, mulai dari warna-warna primer hingga warna pastel yang lembut.

Saya juga sempat melirik rak yang memajang berbagai jenis headshet dan earphone yang lumayan menggiurkan, baik bentuk maupun warnanya. MINISO juga menjual berbagai jenis powerbank dan kabel data. Secara menyeluruh harga yang mereka tawarkan masih masuk akal dan lumayan bersahabat di dompet. Tapi tetap saya sarankan, bacalah doa sebelum masuk gerai MINISO, karena kemungkinan untuk kalap belanja lumayan tinggi di sana.


















Nama Toko: MINISO
Alamat: Jl. Margonda Raya No. 358, Kemiri Muka, Beji, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424, Indonesia
Jam Buka: Senin - Minggu, Pukul 10 Pagi - 10 Malam
Map:

Baca Juga:

Red Sun, Tongkrongan Baru Para Pecinta Kuliner Korea Selatan
Food Street Korea yang Ramah di Dompet