Sosok "Wanita Terbahagia" Bunga Citra Lestari yang Gemar Jelajahi Dunia

Article on HELLO! Indonesia, Edisi Juni 2015. Bunga Citra Lestari
SOSOK “WANITA TERBAHAGIA”
BUNGA CITRA LESTARI
YANG GEMAR JELAJAHI DUNIA

Menandai 10 tahun perjalanan karier di dunia musik Tanah Air, Bunga Citra Lestari menghadirkan warna baru dalam musiknya. Kepada HELLO! Indonesia ia mengisahkan mengapa kini ia merasa menjadi perempuan yang paling bahagia.


Awan mendung nyata menggantung di langit Jakarta saat HELLO! Indonesia berangkat untuk berjumpa dengan Bunga Citra Lestari di bilangan Selatan Jakarta. Sesi pemotretan pun akhirnya harus dilakukan di bawah rintik hujan. Namun cuaca yang kurang bersahabat tidak mengurangi semangat Unge (panggilan Bunga-Red) bercerita kepada HELLO! Indonesia tentang lagu baru yang berjudul Wanita Terbahagia dan juga kegemarannya menjelajahi dunia.
SUKSES JUGA DI NEGERI JIRAN 
Muda, cantik dan bertalenta. Tampaknya ketiga kata tersebut patut disandingkan dengan sosok perempuan kelahiran Jakarta 22 Maret 1983 ini. Memulai kariernya melalui dunia layar kaca, sekarang Bunga Citra Lestari lebih dikenal sebagai seorang penyanyi. Lagu berjudul Aku Tak Mau Sendiri dan Cinta Pertama (Sunny) yang juga menjadi soundtrack film Cinta Pertama sukses melambungkan namanya di panggung hiburan Indonesia.
Tahun 2015 ini menandai sepuluh tahun eksistensi Bunga Citra Lestari di industri musik Tanah Air. Kini ia hadir dengan single spesialnya yang berjudul Wanita Terbahagia. “Lagu ini adalah lagu yang sangat istimewa untuk saya, yaitu tentang seorang perempuan yang merasa dirinya adalah perempuan yang paling bahagia,” ujar Bunga membuka percakapan siang itu.
“Lagu ini memang ditujukan untuk Ashraf Sinclair, suami saya. Karena bagi saya, sejak bertemu dan menikah dengannya, saya merasa menjadi seorang perempuan yang paling bahagia,” lanjut Bunga sambil tersenyum.
Lagu yang sudah diluncurkan lebih dahulu di negara tetangga Malaysia pada bulan Januari lalu ini, diakui Bunga sukses mendapatkan perhatian dari para penikmat musik Negeri Jiran tersebut. “Alhamdulillah masyarakat di Malaysia menyukainya. Lagu Wanita Terbahagia berhasil menduduki posisi puncak di sana. Saya berharap semoga respon yang saya dapat di Indonesia akan lebih baik lagi,” tutur Bunga bersemangat.
Penyanyi yang kerap membawakan lagu bernuansa pop ballad ini muncul dengan warna musik yang berbeda dari biasanya. Unsur musik etnik seperti gendang dan suling serta nuansa reggae sangat terasa dalam lagu yang ia bawakan kali ini. “Saya sudah menyanyi sejak tahun 2005.
Sekarang tahun 2015 sudah sekitar sepuluh tahun dari masa awal kemunculan saya, jadi saya ingin mempersembahkan sesuatu yang berbeda, yang bisa membuat orang tidak akan menyangka bahwa ini adalah lagu yang dibawakan oleh BCL. Di Malaysia pun banyak yang ‘ragu’ kalau saya membawakan lagu dengan nada etnik dan reggae ini. Karena lagu yang diusung sekarang memang benar-benar berbeda dengan lagu sebelumnya. I’m very excited here!” tuturnya lagi.
Dalam kesempatan ini Bunga kembali bekerja sama dengan Dewiq dan Pay, dua orang yang sudah mendampingi sejak awal kemunculannya. “Saya merasa cocok dengan karya-karya Dewiq dan Pay. Terlebih lagi, lagu dari mereka itu selalu terdengar jujur dari hati, liriknya mudah dicerna dan saat menyanyikannya saya seperti sedang bercerita. Kali ini saya juga dibantu oleh Romi Sangka. Dia sosok yang mengembangkan sisi etnik yang ada di lagu ini,” jelas perempuan yang menghabiskan masa remajanya di kota Serambi Mekkah ini.
Mengenai album baru, Bunga yakin akan bisa segera meluncurkan album baru tahun ini. Bunga mengaku bahwa albumnya juga akan berbeda karena terdapat kejutan-kejutan khusus di dalamnya. Mulai dari jenis musik dan juga orang yang terlibat di dalamnya. “Saya akan berduet dengan Joe Taslim dalam album saya ini,” ujar dengan nada antusias.
KONSEP DOKUMENTER 
Merasa lagu yang dibawakannya sudah kental dengan nuansa etnik, Bunga pun mencoba menghadirkan suasana urban dalam video musik Wanita Terbahagia. Berbeda dengan video musik yang biasanya dibuat di dalam studio, ia hadir dengan konsep video musik layaknya film dokumenter yang mampu menghadirkan sisi pribadi sang penyanyi. “Kebetulan waktu itu saya dan keluarga akan berangkat liburan ke Amerika Serikat. Kami mengunjungi kota Los Angeles. Saya pikir kenapa tidak sekalian bikin video musik saja di sana,” paparnya.
“Saya mengajukan konsep video yang sedikit berbeda, saya ingin membuatnya seperti film dokumenter. Akhirnya diputuskan untuk membuat musik video yang berisi potongan kegiatan saya sedang berlibur dengan keluarga,” tuturnya lagi. “Sekalian sedikit berbagi dengan para penggemar tentang kehidupan pribadi saya. Nah, karena itu benar-benar rekaman real life akhirnya yang menjadi sutradaranya adik ipar sendiri, yaitu Adam Sinclair. Ya, bisa dibilang ini proyek kekeluargaan,” lanjut Bunga sambil terbahak.
SUKA JELAJAHI HAL BARU 
Memiliki kedua orangtua yang bekerja di salah satu institusi negara mengharuskan Bunga sering berpindah-pindah tempat tinggal sejak kecil. “Dari kecil saya sudah terbiasa untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dan juga pergi ke berbagai tempat yang berbeda,” kisah perempuan yang sukses menjual album perdananya sebanyak 75 ribu kopi hanya dalam waktu dua hari ini.
Namun ia mengaku bahwa kegemarannya akan traveling sendiri baru benar-benar terlaksana setelah ia menikah. “Bisa dibilang saya sangat menggemari traveling itu setelah hidup bersama Ashraf. Kebetulan dia juga memiliki hobi yang sama, Jadi kami selalu menyediakan waktu khusus untuk melakukan perjalanan setiap tahunnya,” tuturnya lagi. “Kami selalu bepergian untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru. Mengeksplorasi budaya baru dan tentunya kuliner yang ada di lokasi yang kami kunjungi,” ujarnya tersenyum.
Perempuan berzodiak Aries ini mengaku bahwa dirinya masih menyimpan keinginan untuk mengunjungi Santorini, satu pulau di negara Yunani yang menjadi salah satu bagian penting dari sejarah peradaban manusia. “Saya juga ingin sekali mengajak Noah (putra Bunga-Red) ke Australia untuk melihat koala,” tuturnya bersemangat.
Ditanya mengenai perjalanan paling menyenangkan yang pernah dialaminya, perempuan berusia 32 tahun ini yakin bahwa semua perjalanan yang ia lakukan selalu menyenangkan. Baginya hal yang berbeda itu hanyalah tentang dengan siapa dirinya melakukan perjalanan tersebut. “Jalan-jalan berdua saja, bertiga dengan anak saya Noah, atau dengan teman-teman. Hal itu saja yang menjadikan perjalanan saya berbeda.” jawabnya. “Perbedaannya terletak pada persiapan yang harus saya lakukan dan juga lokasi wisata yang kami kunjungi juga pastinya akan menjadi berbeda,” lanjutnya lagi.
Bunga pun menceritakan kisahnya saat membawa bayi Noah keliling Eropa, hal yang mengharuskannya membawa sekitar 40 buah kotak makanan kecil untuk menyimpan makanan milik sang buah hati. “Kebetulan Noah itu alergi (pada) beberapa makanan dan saya saat itu tidak mau ambil risiko. Saya pun memutuskan untuk membawa dan membuat makan Noah sendiri selama perjalanan. Akhirnya, setiap akan naik pesawat kami harus mengurus perizinan untuk membawa makanan tersebut dan juga meminta pertolongan pramugari untuk memanaskan makanannya,” cerita Bunga terkekeh.
“Beda lagi kalau saya bepergian dengan Ashraf, biasanya kami lebih santai. Tetapi kalau bepergian dengan dia biasanya ada insiden kesalahan memesan pesawat,” lanjutnya terbahak. “Jadi pernah kami melakukan quick gateway ke Singapura, saat kami akan pulang tiba-tiba petugas di bandara mengatakan bahwa nama kami tidak terdaftar sebagai penumpang. Ternyata oh ternyata, Ashraf memesan tiket bukan untuk hari itu melainkan untuk keesokan harinya. Hahaha....,” Bunga kembali tergelak. “Sejak itu saya selalu mengecek ulang semua persiapan sebelum melakukan perjalanan.”
TRAVELING IS REFRESHING 
Perempuan peraih piala Anugerah Musik Indonesia tahun 2013 untuk kategori Karya Produksi Terbaik (Film OST) ini mengatakan bahwa baginya melakukan perjalanan adalah salah satu cara untuk membuat dirinya merasa lebih baik. “For me, traveling is refreshing, traveling is learning. Saya bisa belajar banyak hal saat melakukan perjalanan-perjalanan tersebut, mulai dari budaya, kebiasaan, etika dan juga kondisi alam di masing- masing tempat,”tutur Bunga. “Dan hal itulah yang sesungguhnya membuat semua perjalanan yang saya lakukan selalu menyenangkan. Selalu ada ilmu baru (yang saya dapat) dari setiap cerita perjalanan saya,” tandas Bunga menutup percakapan seru siang itu.
TEKS: SYAHRINA PAHLEVI
FOTO: WINSTON GOMEZ
PENGARAH GAYA: LISTYA DIAH
LOKASI: KEMANG IKON BY ALILA
BUSANA: TODJO BY SAPTO DJOKOKARTIKO


Sumber: Majalah HELLO! Indonesia, June 2015 Edition

No comments:

Post a Comment